PT Awina Jepang Sodor Lima Investasi Di NTT

Direktur Operasonal PT Flobamor Budi Karsidin (kanan) menandatangani MoU dengan Presdir PT. Awina Sinergi Internasional, Ananda Setyo Ivannanto (kiri) di kantor Bappelitbangda Provinsi NTT, Selasa (16/7) sore. Foto: Nahor fatbanu/VN

Polce Siga

Awina Sinergi Internasional (Awina), perusahaan asal Jepang menyiapkan empat item investasi di Provinsi NTT. Keempat investasi tersebut adalah kelor (moringa), produksi air minum dari teknologi Israel, PLTS dan investasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT), dan pendirian pabrik wood pellet.

Demikian penegasan Presiden Direktur PT Awina, Ananda Setyo Ivananto usai Penandatangan MoU Kelor di lantai 1, Kantor Bappelitbangda Provinsi NTT, Selasa (16/7) sore.

Hadir dalam kesempatan itu Asisten II Setda NTT Semuel Rebo, Direktur Operasional PT Flobamor Budhi Karsidin, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Setda NTT.

Lebih lanjut Ananda Setyo Ivananto menegaskan, perusahaannya dan PT Flobamor telah meneken kerja sama atau memomorandum of understanding (MoU) terkait pengiriman kelor (moringa) ke Jepang sebanyak satu ton kelor setiap bulan mulai berjalan tahun ini. Dalam MoU, PT. Flobamor akan memasok satu ton kelor setiap bulan ke Jepang.

Selain kelor, pihaknya akan berinvestasi dalam pengembangan garam. Menurutnya, NTT memiliki PLTU, sehingga bisa memproduksi garam seperti yang sudah dilakukan di Pulau Jawa. “Di Pulau Jawa pemanfaatan PLTU itu bisa sampai dua juta ton garam per tahun. Jadi data jumlah impor garam kita bisa tutupi,” katanya.

Ia menegaskan, setidaknya ada lima bidang investasi yang ditawarkan PT. Inawa ke NTT untuk bekerja sama dengan PT Flobamor selain pengembangan kelor.

Jenis investasi lain, kata dia, adalah produksi air minum dari hydropanel yang ditargetkan tahun ini sudah mulai dengan teknologi diambil dari Israel yang ketika kekeringan di Etiopia, bisa ditangani dengan sukses. Selain itu, investasi PLTS yang bekerja sama dengan PLN yang juga dimulai tahun ini, termasuk investasi fasilitas pengolahan moringa untuk ekspor ke Jepang dengan target satu ton per bulan.

Jenis investasi lainnya yaitu pertanian berbasis Internet of Things (IoT) yang dimulai tahun 2020 dan investasi pendirian pabrik wood pellet tahun 2021. Ia berharap, harus ada dukungan dan kerja sama dari Pemprov NTT.

“Terima kasih atas support yang telah diberikan kepada kami. Kami dengan senang hati tapi memang untuk berdiskusi secara detail, kami akan membawa tim sesuai spesifikasi. Untuk urusan ini beda-beda semua. Kami ingin membangun kepercayaan dengan masyarakat NTT di sini. Kita harus ada tindakan nyata untuk ini,” ujarnya.

Direktur Operasional PT. Flobamor Budi Karsidin mengatakan, dalam kerja sama itu pihaknya akan mengirim satu ton kelor setiap bulan ke Jepang. Selain itu, akan bekerja sama dalam bidang energi terbarukan.

“Pertama, yang riil itu untuk ekspor moringa ke Jepang. Itu kita mulai tahun ini, dengan satu ton per bulan dulu. Dan juga membuka ruang untuk kerja sama investasi lainnya di bidang energi terbarukan,” ujarnya. (pol/E-1)

Sumber : https://www.victorynews.id/pt-awina-jepang-sodor-lima-investasi-di-ntt/