Selasa, 29 Agustus 2023, PT Awina Sinergi international bersama mahasiswa Sastra Jepang Universitas Bina Nusantara, Jakarta, dan mahasiswa dari Universitas Kanazawa Seiryo dan Universitas Nanzan, Jepang, melakukan site visit dan studi lapangan pengolahan sampah perumahan di Depok, Indonesia. Tujuan dari studi lapangan ini adalah memahami teknik dan metode pengolahan sampah di Indonesia, serta saling bertukar informasi terkait pengolahan sampah antara di Jepang dan Indonesia.
Dalam studi lapangan ini para mahasiswa diajak untuk mempelajari pengolahan sampah yang dilakukan oleh Unit Pengolahan Sampah (UPS) Merdeka 2 Kota Depok untuk pengolahan sampah organik dan Bank Sampah untuk pengelolaan sampah non organik. Studi lapangan dimulai dengan melihat proses pengambilan sampah organik di perumahan yang ada di sekitar Jalan Merdeka 2, pemilahan, proses pengolahan, hingga hasilnya.

(Penjelasan dan perkenalan UPS Merdeka 2 Depok oleh Ibu Made)
Diawali dengan penjelasan singkat dari Ibu Made selaku manager UPS Merdeka 2 mengenai aktivitas sosialisasi dan pemilahan sampah yang sudah diterapkan di rumah-rumah warga. Kemudian para mahasiswa ikut mengangkut tong-tong sampah organik di perumahan sekitar UPS untuk selanjutnya diolah. UPS Merdeka 2 Kota Depok melakukan pengolahan sampah organik dengan dua cara, yaitu pengolahan menjadi pupuk kompos dan sebagai makanan maggot. Pupuk yang dihasilkan diberikan secara gratis untuk masyarakat sekitar, sedangkan maggot yang sudah besar dijadikan bahan pangan hewan.
Biaya pembangungan dan operasional UPS Merdeka 2 menggunakan dana anggaran APBD Kota Depok sebagai komitmen pemerintah menangani sampah organik di kota Depok. Saat ini ada 28 Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang dibangun oleh PEMDA Depok untuk sentra pengolahan sanpah organik. Satu area UPS biasanya menampung pengolahan sampah organik 1 sampai 3 ton sampah organik dimana total keseluruhan sampah organik yang diolah di Depok saat ini mencapai 70 ton.

(Pengolahan Sampah Organik UPS Merdeka 2 Kota depok)
Dalam studi lapangan ini para mahasiswa juga diajak untuk melihat pengolahan sampah non-organik dengan mesin press yang ada di Bank Sampah utama kota Depok. Bank Sampah di Kota Depok menerima seluruh jenis sampah yang bisa didaur ulang selain jenis sampah organic. Selain menggunakan mesin press, sampah plastik kemasan juga dijadikan sebagai bahan kerajinan tangan untuk selanjutnya dijual.

(Pengolahan sampah bungkus kemasan dengan mesin press yang kemudian dikirim ke pabrik pengolah biji plastik)

(Penjelasan tas anyaman hasil daur ulang sampah plastik kemasan)
UPS Merdeka 2 dan Bank Sampah Kota Depok sangat terbuka untuk teman-teman pelajar yang ingin melakukan survey ataupun studi lapangan. Diharapkan dengan adanya studi lapangan seperti ini, mahasiswa dapat ikut membantu mensosialisasikan pentingnya pemilahan dan pengolahan sampah agar dapat membangkitkan kesadaran lebih banyak masyarakat lebih luas.


